Sabtu, 10 Desember 2011

Laporan kunjungan

LAPORAN KUNJUNGAN MUSEUM GEOLOGI

disusun untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Pengantar Ilmu Sejarah

Disusun oleh
Temi Setiabudi            1101052


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH
FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENDIDIKAN SOSIAL
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2011
BAB I
PENDAHULUAN

A.      Deskripsi
Pada dasarnya sebuah kunjungan tanpa laporan mungkin tidak lengkap. Maka, penulis membuat sebuah laporan yang merupakan hasil kunjungan ke museum geologi tentang ilmu bantu sejarah. Ilmu bantu yang penulisi gunakan dalam kunjungan ke museum geologi ada enam ilmu bantu yaitu paleontologi, paleoantropologi, arkeologi, paleografi, epigrafi, dan ikonografi. Sedangkan di museum geologi itu sendiri penulis hanya mengidentifikasi 3 ilmu bantu saja yang bisa digunakan sebagai sumber sejarah. Ketiga ilmu bantu itu adalah paleontologi, arkeologi, dan paleoantropologi.
B.       Waktu dan Tempat Kunjungan
Hari, Tanggal              : Senin, 24 Oktober 2011
Tempat                        : Museum Geologi, Bandung
C.      Tujuan
Tujuan penulis dalam kunjungan ke museum geologi adalah untuk mengetahui dan mengklasifikasikan ilmu bantu sejarah yang dapat membantu ilmu sejarah dengan melihat berbagai peninggalan yang ada di museum.


                                                           BAB II
IDENTIFIKASI OLEH ILMU BANTU
1.      PALEONTOLOGI
           a. Botani
Fosil kayu Indonesia yang ditemukan di daerah Lebak yaitu di provinsi Banten diperkirakan fosil kayu ini berusia 10-5 juta tahun yang lalu ( Mio-Pliosen ) termasuk ke dalam famili Dipterocartaceae.           

Fosil kayu ini ditemukan di daerah Blambangan Umpu, provinsi Lampung, diperkirakan fosil ini berusia 10 juta tahun yang lalu ( Miosen ), tetapi  belum diketahui familinya.

b. Zoologi
Fosil Tyrannosaurus rex Osborn merupakan fosil dinosaurus yang di temukan di Amerika Utara yang berasal dari zaman kapur akhir.
Fosil Gajah Purba Berkepala Trigonal yang ditemukan di Jawa Timur. Fosil ini berasal dari zaman plestosen.
2.      PALEOANTROPOLOG I

 
Fosil Homo Erectus Soloensi merupakan fosil manusia purba yang di temukan di daerah Ngandong Jawa tengah.


Fosil Homo erectus kali ini merupakan salah satu fosil yang ditemukan di sangiran tepatnya di daerah Desa Pucung yang berasal dari zaman plestosen sekitar 750.000 tahun yang lalu. Ditemukan oleh Tukimin pada 13 september 1969.

3.      ARKEOLOGI
Beliung Persegi merupakan peninggalan zaman prasejarah yang di temukan di Pucung Madiun, Jawa Tengah.
Berbagai jenis mata panah dengan bentuk yang berbeda, yang merupakan peninggalan zaman prasejarah.

Ini merupakan kapak perimbas yang ditemukan di daerah punung, madiun, jawa timur.







BAB II
ANALISIS
ILMU BANTU YANG MENDUKUNG ILMU SEJARAH

Berdasarkan hasil kunjungan ke museum geologi, yang berhubungan dengan beberapa penemuan yang ada di museum geologi. Ternyata hanya terdapat tiga ilmu bantu dari enam ilmu bantu yang dibahas yang ada di dalam museum geologi. Ketiga ilmu bantu itu adalah Paleontologi, Paleontropologi, dan Arkeologi.

1.     Paleontologi
            Paleontologi adalah ilmu yang mengkaji bentuk-bentuk kehidupan purba yang pernah ada di muka bumi, terutama fosil-fosil yang digali atau dikeluarkan dari dalam tanah.
            Dari pengertian itu dapat kita tarik kesimpulan bahwa paleontologi merupakan ilmu yang dijadikan ilmu bantu oleh sejarah, hal ini terbukti dari banyaknya fosil-fosil yang dijadikan sumber sejarah itu sendiri. Sebagai contoh fosil yang ada di museum Geologi adalah fosil pohon purba, fosil gajah berkepala trigonal, dll.

2.     Paleoantropologi
Paleoantropologi adalah ilmu yang mempelajari manusia-manusia purba, asal-usulnya, serta persebarannya. Fosil-fosil yang ditemukan beberapa jenis manusia purba pada berbagai lapisan.
Jelas sekali bahwa ilmu bantu ini sangat diperlukan oleh ilmu sejarah, karena dapat diketahuinya sejarah manusia pada berbagai zaman. Dari sinilah kita mengetahui jenis-jenis manusia yang pernah ada di muka bumi ini, untuk jenis manusia purba yang terdapat di museum geologi saja terdapat banyak jenisnya. Sebagai contoh fosil kepala homo erectus, dll.
3.     Arkeologi
Tidak kalah pentingnya juga bahwa ilmu arkeologi sangat berguna bagi ilmu sejarah. Dilihat dari pengertiannya, arkeologi merupakan ilmu yang mengkaji mengenai hasil-hasil kebudayaan prasejarah dengan cara penggalian dan pemaparan sisa-sisa peninggalan sejarah. Ilmu bantu ini berguna sekali sebagai pelengkap dalam mengungkap sejarah secara utuh dengan bantuan benda yang ditemukan.

Dari ketiga ilmu bantu diatas dapat disimpulkan bahwa peranannya dalam ilmu sejarah sangat penting. Hal tersebut terbukti dari banyaknya fosil-fosil yang ditemukan dan terdapat di museum geologi  bisa di jadikan sebagai sumber sejarah. Sebagai contoh kapak perimbas, beliung persegi, berbagai jenis mata panah, dll.
















BAB IV
PENUTUPAN

A.      Kesimpulan
                    Dari kujungan yang saya lakukan ke museum Geologi Bandung, dapat disimpulkan bahwa banyak ilmu bantu yang dapat mendukung, diantaranya:paleontologi, paleoantropologi, ikonografi, epigrafi, arkeologi, paleografi, namun sesuai dengan yang saya temukan di Museum Geologi yang dapat dijadikan ilmu bantu dalam pengumpulan sumber sejarah hanyalah arkeologi, paleontologi, dan paleoantropologi.
                    Berdasarkan yang saya temui di Museum Geologi dapat diklasifikasikan berdasarkan ilmu bantu ini sebagai berikut:
-          Paleoantropologi : berupa fosil manusia purba
-          Paleontologi : berupa fosil kayu, fosil gajah
-          Arkeologi : berupa beliung, mata panah

B.   Saran
               Sejalan dengan simpulan di atas maka penulis merumuskan saran sebagai berikut:
1.      Sebagai suatu tempat media pendidikan maka Museum Geologi Bandung koleksinya harus lengakap sesuai dengan ilmu bantu yang ada.
2.      Sebagai ilmu yang memerlukan ilmu bantu, sejarah juga harus menuliskan ilmu bantu apa yang mendukungnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar